Indonesia is still in a transition period, and is facing various problems and barriers when it comes to human rights enforcement. On the one hand, there is still not full harmonization between the national legal system and international human rights instruments. On the other, there is also an inadequate understanding of what human rights are and how they can be upheld among many segments of the society.
In such situation, promotion of human rights not only requires the government’s attention, but also that of civil society including universities. Universities have a particularly strategic and crucial role in developing the human rights discourse and disseminating a conception of human rights that is consistent with both “rechtsstaat” principles, national and local cultural values, as well as international human rights standards.
Center for Human Rights Studies of the Islamic University of Indonesia is founded to play such a role, and seeks to disseminate human rights through various approaches. This website will provide you with the complete features of the institution.
pen Recruitment Hanya untuk 30 Mahasiswi PUSHAM UII (The Islamic University of Indonesia’s Human Rights Center Studies) Syarat-syarat a. Mahasiswi minimal semester 5 untuk semua jurusan (diutamakan jurusan Psikologi, Mipa, Kedokteran, Satra, Komunikasi, Sospol, Ekonomi dan Hukum) b. Mengirimkan biodata diri disertai foto close up c. Membuat Esai “andil masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan” 1 halaman d. Mampu bekerja dalam tim e. Mengiktui interview pada tanggal 23-25 Januari 2013 Fasilitas: 1. Pelatihan selama 3 hari 2. Tas cantik 3. Pin 4. Sertifikat 5. Riset lapangan 2 bulan Informasi batas pendaftaran 21 Januari 2013.
ntermidiate Training Para Dosen Dilangsungkan di BalikapanIntermidiate training bagi dosen tahun 2012 ini digelar di Balikpapan.
dvanced Training 2012 Bagi Dosen Kembali DigelarPelatihan dosen hukum dan HAM bekerjasama PUSHAM UII dan NCHR kembali digelar.
Buku Hukum HAM yang diterbitkan PUSHAM UII bekerjasama dengan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo, Norway dievaluasi dalam Focus Group Discussion.
FGD HAM yg berlangsung di Medan pada tanggal 24 Nov 2011 merupakan serangkaian acara FGD yang dilaksanakan untuk kebutuhan revisi buku Hukum Ham setelah 3 tahun beredar.
Pelatihan HAM untuk para dosen kembali digelar.
go to english page
daftar penelitian PUSHAM UII
daftar buku koleksi PUSHAM UII
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
renungan dan analisis singkat
Mengapa Gerakan dan Politik Islam (Gemar) Melayani Kekuasaan?
Dian Yanuardy
Awal
Terdapat optimisme yang kuat dari sejumlah peneliti dan pengamat gerakan Islam, bahwa gerakan Islam adalah suatu kekuatan besar yang dapat menjadi elemen penting dari perubahan sosial di Indonesia. Kajian Hefner, misalnya, menyoroti tentang kekuatan kelompok Islam sipil dan demokratik sebagai tulang punggung demokrasi di Indonesia (Hefner 2000; Ramage 2002). Telaah serupa, dengan tekanan yang berbeda, juga pernah disuarakan oleh Eko Prasetyo yang menyebut bahwa kelompok Islam fundamentalis juga memiliki modal sosial yang tak kalah berharganya: barisan massa yang aktif dan militan, sikap oposisional terhadap imperialisme Barat, serta gaya hidup yang bertolak belakang dengan kultur kapitalisme (Prasetyo, 2003).



