Indonesia is still in a transition period, and is facing various problems and barriers when it comes to human rights enforcement. On the one hand, there is still not full harmonization between the national legal system and international human rights instruments. On the other, there is also an inadequate understanding of what human rights are and how they can be upheld among many segments of the society.
In such situation, promotion of human rights not only requires the government’s attention, but also that of civil society including universities. Universities have a particularly strategic and crucial role in developing the human rights discourse and disseminating a conception of human rights that is consistent with both “rechtsstaat” principles, national and local cultural values, as well as international human rights standards.
Center for Human Rights Studies of the Islamic University of Indonesia is founded to play such a role, and seeks to disseminate human rights through various approaches. This website will provide you with the complete features of the institution.
Istilah mafia kasus (markus) dan mafia politik (marpol) sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.
ogyakarta banyak orang kenal sebagai kota pendidikan terbesar di Indonesia.
Sudah satu dasawarsa lebih reformasi indonesia berjalan.
Pada tanggal 4-5 September 2009, PUSHAM UII mendapat undangan dari sekretarian ASEAN untuk mengikuti Workshop on Human Rights Recource Center yang diselenggarakan di National University of Singapore. Pada tahun 2008, Negara-Negara anggota ASEAN telah menyepakati pembentukan ASEAN Human Rights Body (AHRB) yang didukung dengan mekanisme penguatan berupa ASEAN Intergevernmental Human Rights Recource Center (AIHRC).
( Catatan Seminar Keamanan dan HAM) Kamis 3 September 09, tidak seperti biasanya Hotel Santika dijaga amat ketat oleh para polisi.
( Catatan Training Key Figure di Yogyakarta ) Negeri ini kembali dihebohkan dengan perburuan teroris.
go to english page
daftar penelitian PUSHAM UII
daftar buku koleksi PUSHAM UII
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
renungan dan analisis singkat
Oleh: Eko Prasetyo
Penguasa yang terburuk bukan yang suka memukul
Melainkan yang mengharuskanmu memukul diri sendiri
(Amin Maalouf, Cadas Tanios)
Akhirnya aku bisa jadi menteri. Posisi yang dulu kuidam-idamkan. Tak main-main profesi ini. Kemana-mana aku akan dikawal. Dari pulpen hingga tas akan ada yang membawa. Komentarku pasti dikutip. Jangankan komentar cara jalanku saja akan disorot oleh kamera. Waktu ditest pertama kali kilatan kamera menyambar mukaku.



