Bisnis dan HAM

Program di bidang bisnis dan HAM berfokus pada isu lingkungan, praktik bisnis (ekstraktif dan garment-textile-shoes-leather [TGSL]) dan HAM. Fokus ini dilatari tiga permasalah utama. Pertama, bisnis ekstraktif dan TGSL tercatat banyak melanggar HAM, karena HAM belum menjadi ide yang mainstream dalam kebijakan dan praktik bisnis tersebut. Kedua, Negara, baik eksekutif dan legistlatif di tingkat pusat dan daerah maupun yudikatif, tidak cukup kuat memberikan perlindungan hak bagi masyarakat sipil yang terdampak (komunitas lokal, masyarakat adat, dan pekerja) dalam pembuatan dan penerapan kebijakan. Ketiga, masyarakat sipil (komunitas lokal, masyarakat adat, dan pekerja) secara nyata terdampak buruk dari aktivitas bisnis ekstraktif dan TGSL, tetapi di saat yang sama juga terdapan dengan risiko tuntutan hukum secara keperdataan dan pidana.

id_IDID
Scroll to Top
Scroll to Top