{"id":6126,"date":"2026-08-21T15:08:16","date_gmt":"2026-08-21T08:08:16","guid":{"rendered":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/?p=6126"},"modified":"2026-10-02T14:56:16","modified_gmt":"2026-10-02T07:56:16","slug":"eksaminasi-putusan-pn-magelang-dan-pt-jawa-tengah-ada-apa-dengan-penalaran-hakim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/eksaminasi-putusan-pn-magelang-dan-pt-jawa-tengah-ada-apa-dengan-penalaran-hakim\/","title":{"rendered":"Eksaminasi Putusan PN Magelang dan PT Jawa Tengah: Ada Apa dengan Penalaran Hakim?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Direktur Pusham UII, Despan Heryansyah, bersama Herlambang Perdana W. (UGM), Yogi Zul Fadhli (UNY), Ahmad Sofian (BINUS), Dian Andriasari (UNISBA), Bivitri Susanti (STH Jentera), dan Triantono (Untidar) melakukan eksaminasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Magelang dan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dalam perkara tahanan politik Azhar, Yogi, dan Enrille. Eksaminasi yang diinisiasi oleh LBH Yogyakarta dan LSJ FH UGM tersebut menyoroti sejumlah persoalan dalam dinamika persidangan, konstruksi perkara, serta penalaran hakim dalam menjatuhkan putusan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam eksaminasi tersebut, Despan Heryansyah memberikan sejumlah catatan kritis terhadap Putusan Nomor 14\/Pid.Sus\/2026\/PN Mgg yang kemudian dikuatkan melalui Putusan Nomor 636\/PID.SUS\/2026\/PT SMG. Menurutnya, perkara ini tidak semestinya dibaca sebatas pada terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana, tetapi harus ditempatkan dalam konteks yang lebih utuh: rangkaian protes publik, kebebasan berekspresi, hak menyampaikan kritik, hingga kewajiban negara menghormati dan melindungi hak asasi manusia. Pemidanaan terhadap aktivitas membuat poster, menyusun rencana aksi, dan mengonsolidasikan gerakan juga dinilai dapat menjadi preseden serius bagi kebebasan sipil dan masa depan demokrasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan Despan secara khusus menyoroti absennya pendekatan hak asasi manusia dan pengujian prinsip proporsionalitas dalam pertimbangan hakim. Padahal, ketika negara membatasi kebebasan berekspresi atas nama ketertiban dan keamanan umum, pembatasan tersebut semestinya diuji secara ketat dari aspek tujuan, kesesuaian, kebutuhan, hingga kepantasannya. Dokumen berikut memuat tujuh catatan penting atas kedua putusan tersebut sekaligus mengajak publik melihat perkara Azhar, Yogi, dan Enrille tidak semata sebagai perkara pidana, melainkan sebagai persoalan yang lebih mendasar tentang ruang kritik, kebebasan sipil, dan perlindungan HAM di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Catatan-atas-Putusan-PN-Magelang-dan-PT-Jateng-Pusham-UII.pdf\">Download Catatan Lengkapnya&#8230; (PDF)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Direktur Pusham UII, Despan Heryansyah, bersama Herlambang Perdana W. (UGM), Yogi Zul Fadhli (UNY), Ahmad Sofian (BINUS), Dian Andriasari (UNISBA), Bivitri Susanti (STH Jentera), dan Triantono (Untidar) melakukan eksaminasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Magelang dan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dalam perkara tahanan politik Azhar, Yogi, dan Enrille. Eksaminasi yang diinisiasi &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/eksaminasi-putusan-pn-magelang-dan-pt-jawa-tengah-ada-apa-dengan-penalaran-hakim\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Eksaminasi Putusan PN Magelang dan PT Jawa Tengah: Ada Apa dengan Penalaran Hakim?<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6128,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[61,67,63],"tags":[],"class_list":["post-6126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-penelitian","category-populer"],"meta_box":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6126"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6130,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6126\/revisions\/6130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}