{"id":5598,"date":"2025-01-31T10:48:38","date_gmt":"2025-01-31T03:48:38","guid":{"rendered":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/?post_type=mb-publikasi&#038;p=5598"},"modified":"2025-02-03T14:35:02","modified_gmt":"2025-02-03T07:35:02","slug":"langkah-awal-yang-suram-performa-hak-asasi-manusia-dalam-peraturan-perundang-undangan-pemerintahan-prabowo-gibran-pada-100-hari-pertama-2","status":"publish","type":"mb-publikasi","link":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/mb-publikasi\/langkah-awal-yang-suram-performa-hak-asasi-manusia-dalam-peraturan-perundang-undangan-pemerintahan-prabowo-gibran-pada-100-hari-pertama-2\/","title":{"rendered":"LANGKAH AWAL YANG SURAM: Performa Hak Asasi Manusia dalam Peraturan Perundang-Undangan Pemerintahan Prabowo-Gibran pada 100 Hari Pertama"},"content":{"rendered":"<p>Tepat pada 28 Januari 2025, pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia 100 hari. Dalam 100 hari pertama ini, pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat telah mengesahkan 155 peraturan perundang-undangan, dengan rincian 87 undang-undang, 1 peraturan pemerintah, dan 67 peraturan presiden. Namun, pada periode yang sama, belum terlihat keseriusan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mengurusi bidang hak asasi manusia. Hal ini meletakkan dasar bagi Pusham UII untuk menilai dan mengevaluasi performa hak asasi manusia dalam peraturan perundang-undangan pemerintahan Prabowo-Gibran pada 100 hari pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penilaian dan evaluasi itu dituangkan dalam laporan penelitian berjudul <em>\u201cLANGKAH AWAL YANG SURAM: Performa Hak Asasi Manusia dalam Peraturan Perundang-Undangan Pemerintahan Prabowo-Gibran pada 100 Hari Pertama.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Performa HAM Suram, Skor Pemerintahan Prabowo-Gibran Berkisar 0,1 dari 1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi peraturan perundang-undangan, Pusham UII menilai bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memperlakukan hak asasi manusia sebagai elemen minoritas. Orientasi hak asasi manusia dalam 155 peraturan perundang-undangan ditemukan sangat lemah &nbsp;berdasarkan peraturan yang memuat hak asasi manusia (Skor: 0,14 dari skala 0-1). Berdasarkan cakupan hukum dan ragam hak asasi manusia, orientasi hak asasi manusia dalam peraturan perundang-undangan pemerintahan Prabowo-Gibran juga ditemukan sangat lemah (Skor: 0,06 dari skala 0-1).<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, juga ditemukan masalah-masalah lain dari peraturan perundang-undangan yang telah disahkan, yaitu: pengakuan hak-hak masyarakat adat yang tidak sepenuhnya berbasis pada kepemilikan hak bagi masyarakat adat; klise dalam penggunaan frasa \u2018Melindungi Segenap Bangsa dan Tumpah Darah Indonesia dan Memajukan Kesejahteraan Umum; ketidakjelasan pemaknaan untuk agenda pembangunan berkelanjutan; dan eksklusi\/pemisahan bidang hak asasi manusia dari bidang-bidang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf\">DOWNLAOAD (PDF)<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"135\" height=\"190\" src=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/image-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5607\" srcset=\"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/image-1.jpeg 135w, https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/image-1-9x12.jpeg 9w\" sizes=\"auto, (max-width: 135px) 100vw, 135px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"featured_media":5592,"template":"","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"tahun-publikasi":[71],"tipe-publikasi":[44],"class_list":["post-5598","mb-publikasi","type-mb-publikasi","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tahun-publikasi-71","tipe-publikasi-laporan-penelitian"],"meta_box":{"nomor_policy_brief":"","upload_file_policy_brief":[],"link_to_policy_brief_file":"","file-laporan-tahunan":[],"link-file-laporan-tahunan":"","penulis":"Sahid Hadi, Heronimus Heron & Vania lutfi Safira Erlangga","book-file":[{"filesize":7470736,"ID":"5599","name":"Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf","path":"\/var\/www\/vhosts\/pusham.uii.ac.id\/httpdocs\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf","url":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf","title":"Langkah Awal yang Suram"}],"link-book-file":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Langkah-Awal-yang-Suram-1.pdf"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/mb-publikasi\/5598","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/mb-publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/mb-publikasi"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5598"}],"wp:term":[{"taxonomy":"tahun-publikasi","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tahun-publikasi?post=5598"},{"taxonomy":"tipe-publikasi","embeddable":true,"href":"https:\/\/pusham.uii.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tipe-publikasi?post=5598"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}