BERITA
17 Juni 2017
UNHCR: ISIS Pakai 100.000 Warga di Mosul Jadi
 

Para pengungsi meninggalkan Kota Mosul, menyusul operasi militer yang digelar Pemerintah Irak di sana. Foto diambil pada 23 Maret 2017. (AFP PHOTO)

 

JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.

Ribuan warga tersebut dijadikan perisai manusia, untuk mempertahankan wilayah itu dari gempuran pasukan militer Irak.

"Diperkirakan ada lebih dari 100.000 warga sipil yang masih berada di Mosul," kata Bruno Geddo kepada sejumlah reporter, di Jenewa, Swis, Jumat (16/6/2017).

Bruno Geddo adalah pejabat perwakilan lembaga PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) yang menangani wilayah Irak.

"Pada dasarnya, warga sipil ini dipakai oleh mereka untuk dijadikan sebagai perisai manusia," sambung Geddo.

Awal bulan ini, PBB pun telah mengungkapkan, ISIS membunuh lebih dari 160 orang sehari sepanjang sepekan di awal bulan ini.

Hal itu dilakukan hanya untuk mencegah mereka meninggalkan Mosul.

PBB menuduh ISIS melakukan kejahatan tersebut di saat pasukan koalisi Irak terus menekan untuk mengusir ISIS dari kota terbesar kedua di Irak tersebut.

"Kerbrutalan ISIS dan kelompok teroris lain seperti tak mengenal batas," kata Zeid bin Ra'ad al-Hussein, kepala badan urusan HAM PBB.

Al-Hussein menyampaikan hal ini dalam pidato pembukaannya kepada Dewan HAM PBB, awal bulan ini.

Editor: Glori K. Wadrianto

 

Sumber :

Kompas.com – 16 Juni 2017

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
30 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah
(Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK)  dan Mahasiswa Program Doktor
Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Harus kita akui, bahwa sampai hari ini negara kita masih sulit sekali keluar dari pusaran kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa oleh dunia Internasional, setidaknya terhadap Narkoba, Korupsi, dan Terorisme. Untuk kasus korupsi dan terorisme, kita mengapresiasi kinerja KPK dan Densus 88 yang sejauh ini telah bekerja dengan optimal. Tidak sedikit koruptor yang berhasil dijebloskan ke penjara meski kinerja KPK bukan tanpa cacat, begitu pula dengan tidak sedikit terorisme yang berhasil ditangkap yang barangkali berbanding lurus dengan jumlah terduga teroris yang ditembak mati.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.