KASUS
07 September 2004
Kekerasan oleh Mahasiswa Terhadap Wartawan
 

NO

Keterangan Peristiwa

Keterangan Pelaku

Keterangan Waktu

1

Sejumlah mahasiswa dan Panitia Belajar Bersama Mahasiswa (BBM) 2002 Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta, menyandera 4 wartawan Yogyakarta saat akan meliput aksi mahasiswa ISI menentang Rektor ISI yang melarang acara BBM 2002 karena berbau perpeloncoan. Dalam hal ini, mahasiswa ISI menolak dikatakan menyekap ke-4 wartawan itu, melainkan mengamankan agar tidak dikeroyok oleh massa.

Mahasiswa memukul, mendorong,  menarik, dan mengancam menghapus file foto serta sempat merampas kamera dan baterai Effy Wijono Putro (fotografer KR). Mahasiswa juga mengancam dengan kayu, melempari, dan merampas film Y. Suroso (fotagrafer Bernas). Juga mengancam Jayadi Kastari (wartawan tulis KR) dan I Gede Nyoman W. (wartawan tulis Bernas) supaya tidak menulis berita aksi di ISI.

Kamis, 29 Agustus 2002, di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta.

 

Wartawan TPI, Yose P. dan Onny Kresnawan, menjadi korban bentrokan antara mahasiswa Politeknik dan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Bentrokan itu diwarnai dengan perang batu dan pengrusakan gedung kuliah. 

Mahasiswa menghardik dan merebut kamera Onny Kresnawan dan Yose P. Selain  itu, mahasiswa juga melakukan ancaman psikologis terhadap kedua wartawan tersebut dengan teriakan “hajar”, “bunuh”, dan sejenisnya.

Jum’at, 12 Mei 2000, di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

 

Seraturan lebih mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang mendatangi kantor Radar Semarang untuk memprotes berita yang dinilai melecehkan seorang mahasiswi kampus tersebut.

Selain berdemonstrasi, massa dari Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang juga melakukan pelemparan dan pencoretan kantor Radar Semarang.

Rabu, 31 Mei 2000, di Kantor Radar Semarang, Semarang.

 

Keterangan: Data diolah oleh Sie. Pemantaun PUSHAM UII dari makalah Masduki (Ketua AJI Yogyakarta) yang dipresentasikan dalam diskusi bersama antara PUSHAM UII, AJI Yogyakarta, dan FISIP UAJY pada Rabu, 11/09/02, di Ruang Sidang Lt. III Kampus UAJY, Mrican, Yogyakarta.

 

 

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
14 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah

 (Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK))

 

Kalau kita perhatikan dengan seksama, ada perbaikan kuantitas menulis dari para penulis Indonesia pasca reformasi tahun 1998. Kebebasan berekspresi dan berpendapat, bagaimanapun layak mendapatkan apresiasi. Perjuangan keras dan panjang para aktivis HAM, membuahkan hasil yang kita semua dapat memetiknya lalu menikmatinya. Tak terbayang bagaimana sastrawan sekelas Pramoedya Ananta Toer dan Buya Hamka, yang dihargai, dihormati bahkan dipuja di negeri orang, tapi diburu, dipenjara, dan diperlakukan secara tidak manusiawi di negeri sendiri. Itu semua adalah harga mahal atas apa yang dapat kita nikmati hari ini. Kita barangkali beruntung karena terlahir pada era dimana menulis apapun, dimanapun, dan kapanpun sudah tidak menjadi persoalan. Namun disadari atau tidak, kondisi itu berdampak simetris dengan kualitas tulisan yang kita buat.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.