KEGIATAN
07 Desember 2011
Kita Perlu Materi Yang Komprehensif
 

Buku Hukum HAM yang diterbitkan PUSHAM UII bekerjasama dengan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo, Norway dievaluasi dalam Focus Group Discussion. Tempat pertama untuk kegiatan ini ialah Balikpapan, yang diselenggarakan di Hotel Pasific pada tanggal 22 November 2011. Hadir pada pertemuan itu para dosen dari berbagai Universitas, seperti Universitas Balikpapan, Universitas Mulawarman, Universitas Borneo, Universitas Mataram, dan Universitas Negeri Makassar, serta beberapa mahasiswa.

Setelah acara dibuka, dilangsungkan overview terhadap buku Hukum HAM, diskusi kelompok dan diakhiri dengan pleno. Dalam overview, Nashir dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan mengatakan,  “yang pertama-tama harus kita diskusikan ialah apakah buku ini dijadikan sebagai buku referensi atau sebagai buku ajar?, hal ini penting karena saya membaca buku Hukum HAM ini sangat populer dan tidak baku. Buku ini sangatlah tebal,  kalau dijadikan buku ajar untuk mahasiswa, materinya tidak akan kekejar. Apalagi, di kampus-kampus kadang dosennya keroyokan”.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Syafiie fasilitator PUSHAM UII mengatakan bahwa tujuan awal pembuatan buku Hukum HAM ialah ingin memenuhi kebutuhan masyarakat akademik khususnya dosen Hukum HAM yang masih kekurangan referensi tentang Hukum HAM. Walaupun diakui bahwa buku hukum HAM juga banyak dijadikan referensi oleh para human rights defenders. Dalam konteks itu menurut Syafiie, buku hukum HAM adalah lebih tepat sebagai buku referensi, walaupun memang tidak tertutup di dalamnya untuk dijadikan sebagai buku ajar karena di dalamnya berbicara komprehensif tentang materi hukum HAM.

Dalam diskusi lanjutan, berkembang kritisasi terhadap buku hukum HAM, meliputi, metode penulisan, substansi tulisan, kalimat dan kata yang harus diperbaiki, kerangka yang harus dibenahi dan contoh yang harus diperbanyak. Satu gagasan yang muncul dalam forum diskusi ialah perlunya pembuatan buku baru yang tidak bisa dipisahkan dari materi hukum HAM.   Kasmawati dosen UNM mengatakan “ Satu buku yang penting untuk dibuat PUSHAM UII adalah buku yang membahas hukum acara hukum HAM. Buku ini sangat penting, karena kita di kampus masih kebingungan, ketika terjadi pelanggaran HAM baik itu dimensi berat ataupun tidak, kemana dan bagaimana proses pelanggaran itu dilakukan. Buku akademik yang mengulas tentang ini belum ada”. Gagasan lain yang muncul ialah pentingnya membuat buku yang berbicara tentang metodologi penelitian HAM dan membuat buku yang berbicara kasus pelanggaran-pelanggaran di daerah-daerah.

Dalam diskusi  yang berlangsung satu hari tersebut, usulan yang sempat menguat ialah pentingnya menyempurnakan materi-materi yang ada dalam buku hukum HAM. Menurut para peserta, buku tebal tidak jadi masalah, bahkan itu keharusan untuk kesempurnaan buku hukum HAM yang saat ini telah menjadi materi tersendiri. Buku hukum HAM yang lengkap saat ini sangatlah langka, baik di nasional maupun di internasional.  PUSHAM UII bagi para peserta telah memulainya dengan baik. (M.Syafi’ie)

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
02 Oktober 2017

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Para pendiri republik ini sempat melakukan kesalahan fatal ketika menolak hak asasi manusia karena menganggapnya sebagai produk Barat yang membawa angin individualisme. Perdebatan dalam sidang BPUPK sempat memanas, yang pada akhirnya mengharuskan konstitusi awal kita begitu minim pengaturannya terkait hak asasi manusia. Padahal keberadaan  konstitusi sejatinya adalah dalam upaya melindungi HAM.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.