BULLETIN
Potret Perempuan Pekerja Seksual
 

Kata Pengantar

Apa yang terbesit di pikiran anda semua ketika mendengar kata perempuan pekerja seks? Pasti beragam pendapat bermunculan, bahkan yang liar sekalipun. Dapat dipastikan, saat mendengar kalimat tersebut bayangan seseorang akan tergiring pada sosok-sosok perempuan pemuas nafsu laki-laki, perempuan penjajah kenikmatan, atau perempuan-perempuan asusila. Namun tidak sepenuhnya benar adanya. Dalam Pledoi edisi kali ini, kami berusaha untuk menyajikan beberapa narasi lain terkait dengan perempuan pekerja seks untuk melihat persoalan yang dihadapi mereka lebih jauh.

Profesi yang dijalani perempuan pekerja seks tidak pernah sepi dari masalah. Selama ini posisi mereka selalu saja dianggap sebagai warga negara kelas dua karena profesi yang digelutinya. Sikap negara yang tidak pernah tuntas dalam merespon masalah prostitsui meninggalkan setumpuk persoalan yang sangat bersinggungan dengan kemanusiaan seseorang. Hal ini tidak mengada-ada,

karena ketika sikap negara tak kunjung tegas, maka berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan kesewenang-wenangan tak pernah usai merundung perempuan- perempuan pekerja seks.

 

Download Majalah

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.