BULLETIN
Anak Menjadi Korban Penegak Hukum!
 

Kata Pengantar

Harusnya tahun 2011 menjadi titik tolak untuk Polisi menjadi Iebih balk dan memperbaiki din, setelah dihancurkan oleh kasus cicak buaya, serta semakin dibenamkan dengan rekening gendut perwira Polisi pada tahun 2010, akan tetapi sepertinya tahun 2011 mi Polisi sama sekali tidak bergerak, seakan diam ditempat. Tak semakin balk tapi keburukan sedikit demi sedikit semakin terungkap, bukannya merubah din tapi semakin tak tahu din. Pengalaman masyarakat dalam menhlal pnilaku Polish yang buruk seakan bukan lagi cambuk para pelayan masyarkat itu, masyarakat dianggapnya mudah dibohongi, ditipu daya, ditakuti, dipukuli dan bahkan dibunuh. Refleksi 2011 yang mempenlihatkan keinginan Polisi sebagai institusi Negara untuk tidak mengalami kemajuan, bila Polisi manusia maka sebagai manusia polisi telah memilih untuk dirinya menjadi manusia yang tak belajarakan sejarah, tak belajarakan masyarakat.

Berbagai kasus telah bermunculan mencoreng muka Polisi, dan kasus cicak-buaya, rekening gendut sampai kekersana yang kerap menimbulkan korban jiwa acap kali terjadi, tapi sampai detik mi Polisi masih tak berubah, apakah masyarakat masih peduli akan keberadaan Polisi/ hal itu akan terjawab dalam edisi refleksi Polish akhir tahun 2011 mi, yang menyajikan wajah buruk dan institusi Negara yaitu Polisi, kebaikan bukannya tidak ada akan tetapi keburukannya lebhh kuat menutupi tubuh tambun Polisi, masyarakatbahkan merasa akan semakin sulitmenghadapi masalah jika Polisi turutcampur.

Uang dan susahnya birokrasi menjadi rahasia umum yang ironis, karena keburukan sudahlah diketahui tapi tak pernah coba diperbaiki, mungkin sebagai warga Negara penlu untuk mengajukan usul agar polisi diajukan ke presiden untuk dipecat sebagai institusi Negara dan dijadikan institush swasta agar bias bersaing menjadi lebih baik, atau mungkmn Polish perlu untuk belajar pada Polisi tidur yang tak pernah meresahkan rakyat. Harapan untuk polish agan lebih balk tak pernah hilang dan keyakinan akan tetapi Polish baik tak pernah muncul di depan mata, puluhan tahun institusi Polish bendini masih buruk pula prhlakunya Iayaknya nemaja, penlu berapa natus tahunkah agar polisi menjadi sebenar-benarnya pelayan masyarakat?

Atau mungkin Polish penlu untuk dihakimi dan dipenjara tenlebih dahulu seperti pana penjahat agan mereka jena terhadap cara-cara gila Polisi dalam mengkhhanath rakyat? Semua masih tanda Tanya...

 

Download

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.