BULLETIN
Quo Vadis Polisi
 

Kata Pengantar

Awal 2007 merupakan jalan yang berat bagi aparat keamanan. Laju berkembangan sosial terus maju menghadang segala tugas keamanan di tahun ini. Tentu perubahan sikap aparat kepolisian terhadap masyarakat harus berubah, kalau tidak maka hanya ketertinggalan yang akan dialami.

Seteiah bergulirnya UU no 2 tahun 2002 mengenai Kepolisian, banyak harapan lenggantung di pundak polisi. Status sipilnya yang semakin togas telah menjelaskan igasnya yang lepas dari militer. Kini, polisi menjadi bagian dari masyarakat, bagian ang tak terpisahkan. Akan tetapi hingga sekarang masih dipertanyakan sampai sejauh mana polisi telah beradaptasi.

Pertanyaan ini muncul Iantaran hingga sekarang perubahan ini belum begitu rasakan oleh masyarakat. Sikap eksklusif dan hubungan yang mementingkan korps masih kuat dipelihara dalam tubuh kepolisian. Sikap ini merupakan batu sandungan untuk mengembangkan profesionalitas kepolisian, tentunya juga dalam memberikan perlindungan dan pengayoman masyarakat.

Di lapangan, masih saja terjadi ironi atas perubahan. Kasus pemalakan di jalan ya oleh aparat keamanan, pelayanan masyarakat yang kurang memuaskan, kasus salah tangkap dan penganiayaan masih saja terus berjalan. Tema perubahan yang bergaung seakan tidak menggetarkan perilaku-perilaku buruk aparat keamanan.

Perilaku inilah yang banyak muncul di hadapan masyarakat. Sehingga stigma bahwa aparat bukan milik rakyat tapi milik konglomerat masih saja kuat. Problem kepercayaan masih saja runyam ketika perubahan hanya menjadi sebatas wacana.

Karena itulah dalam edisi di pembuka tahun ini, Trotoar Magz mencoba membuka problem kepolisian sebagai tema utamanya. Tentunya masih saja hangat apalagi dengan adanya tarik ulur posisi aparatus keamanan ini di tingkat pusat. Akan dikemanakannya polisi masih menjadi pertanyaan, apakah akan menjadi departemen sendiri atau di bawah depdagri atau malah akan kembali ke departemen pertahanan.

Dua tema yang kami suguhkan dari tema utama kami, pertama menyangkut tarik ulur posisi kepolisian dan yang kedua mengenai pengembangan SDM kepolisian berkaitan dengan perubahan sosial dan hukum di negara ini.

Menurut kami, dua tema inilah yang perlu mendapatkan perhatian di awal tahun 2007 ini. Karena di tahun ini masih saja banyak harapan yang muncul akan perubahan di kepolisian. Harapan yang selalu saja muncul tak bosan-bosan walaupun perubahan terebut hampir menjadi kemustahilan. Selamat menikmati!.(redaksi)

 

DOWNLOAD

 

Daftar Isi

  • Belakang Meja
  • Menu Bulan Ini
  • Surat Pembaca
  • Marka/Focus Utama : Reformasi Sector Keamanan
  • Marka/Focus Utama : Polisi, Melangkah Lebih Cerdas
  • Rambu/Focus Khusus : Menejemen Trasportasi Nasional
  • Lapor/Kegiatan COP : Mengenalkan COP Pada Masyarakat Luas
  • Opini : Komando Jihad
  • Resensi : Perjalanan Mengelilingi Dunia
  • Sorot/ Foto Essay Merapi : Kabut Di Puncak Merapi
  • COP Papua : Jadi Polisi Di Pedalaman, Jau Dari Kelarga Gaji Sering Telat
  • Catatan Kaki : Lagi-Lagi Kekerasa
  • Profil : Khiron, Merintis COP Di Kawasan Gempa
Indonesia
versi Bahasa Indonesia
Research
research held by PUSHAM UII
Library
a library of PUSHAM UII
T-Shirts
T-shirt produced by PUSHAM UII
Bulletin
bulletin published by PUSHAM UII
Books
books published by PUSHAM UII
Newsletter & Comics
newsletter and comic published by PUSHAM UII
Catatan Pinggir
short analysis about human rights
Catatan Pinggir
March 23, 2018

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Demokrasi prosedural telah mengantarkan kita pada ruang yang penuh paradoks, orang kemudian berbondong-bondong atas nama dan kekuatan mayoritas menggerakkan masa lalu menekan negara mengikuti kehendak mereka, tidak jarang kehendak itu justeru menabrak prinsip-prinsip demokrasi. Padahal, demokrasi sejak semula adalah resistensi terhadap elitisme politik, ia adalah perlawanan tak bersenjata terhadap kekuasaan yang dipegang kaum berpunya.

News
June 17, 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
June 15, 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
June 9, 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
June 9, 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.