BULLETIN
Saatnya Masyarakat Mengambil Peran
 

Kata Pengantar

Terbukti bahwa dengan adanya program COP dan selama program ini berjalan, masyarakat secara antusias terlibat. Mereka dengan gigih berusaha untuk memangkas lebatnya hutan belantara lembaga kepolisian. Mereka memberi kritik, masukan, dan contoh kepada polisi agar profesionalismenya dapat ditingkatkan. Mereka tidak canggung dan takut lagi kepada polisi yang tidak beres kinerrjanya untuk diingatkan. Bahkan di Mergangsan, salah satu wilayah program COP, masyarakat telah memberi berbagai wacana tentang polisi melalui lomba karya tulis dengan tema “Polisi dalam Perspektif Masyarakat”. Ini semua mereka lakukan demi mewujudkan mimpi kita semua melihat kinerja polisi benar-benar solid. Ya, para anggota kelompok kerja di tiga wilayah COP telah menanam benih dan menuai hasilnya. Dan yang lebih penting lagi, hasil yang telah mereka capai diharapkan akan ditularkan kepada masyarakat di wilayah lain. Pemolisian masyarakat adalah sebuah perubahan sekaligus kontrol yang efektif bagi polisi dan masyarakat. Bagaimanapun juga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama…..(redaksi)

 

Daftar Isi

  • Serambi: ”Pahit Manisnya Sebuah Perjalanan”
  • Laporan Utama: ”Saatnya Masyarakat Mengambil Peran”
  • Refleksi Perjalanan Pokja COP
  • Laporan Seminar Pokja
  • Investigasi : “PKL Untuk Pos Ronda”
  • Resensi Film: “In The Time Of The Butterflies”
  • Catatan Pinggir: “Kepada Yang Terhormat Anggota Pokja ”
Indonesia
versi Bahasa Indonesia
Research
research held by PUSHAM UII
Library
a library of PUSHAM UII
T-Shirts
T-shirt produced by PUSHAM UII
Bulletin
bulletin published by PUSHAM UII
Books
books published by PUSHAM UII
Newsletter & Comics
newsletter and comic published by PUSHAM UII
Catatan Pinggir
short analysis about human rights
Catatan Pinggir
March 23, 2018

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Demokrasi prosedural telah mengantarkan kita pada ruang yang penuh paradoks, orang kemudian berbondong-bondong atas nama dan kekuatan mayoritas menggerakkan masa lalu menekan negara mengikuti kehendak mereka, tidak jarang kehendak itu justeru menabrak prinsip-prinsip demokrasi. Padahal, demokrasi sejak semula adalah resistensi terhadap elitisme politik, ia adalah perlawanan tak bersenjata terhadap kekuasaan yang dipegang kaum berpunya.

News
June 17, 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
June 15, 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
June 9, 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
June 9, 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.