BULLETIN
Saatnya Masyarakat Mengambil Peran
 

Kata Pengantar

Terbukti bahwa dengan adanya program COP dan selama program ini berjalan, masyarakat secara antusias terlibat. Mereka dengan gigih berusaha untuk memangkas lebatnya hutan belantara lembaga kepolisian. Mereka memberi kritik, masukan, dan contoh kepada polisi agar profesionalismenya dapat ditingkatkan. Mereka tidak canggung dan takut lagi kepada polisi yang tidak beres kinerrjanya untuk diingatkan. Bahkan di Mergangsan, salah satu wilayah program COP, masyarakat telah memberi berbagai wacana tentang polisi melalui lomba karya tulis dengan tema “Polisi dalam Perspektif Masyarakat”. Ini semua mereka lakukan demi mewujudkan mimpi kita semua melihat kinerja polisi benar-benar solid. Ya, para anggota kelompok kerja di tiga wilayah COP telah menanam benih dan menuai hasilnya. Dan yang lebih penting lagi, hasil yang telah mereka capai diharapkan akan ditularkan kepada masyarakat di wilayah lain. Pemolisian masyarakat adalah sebuah perubahan sekaligus kontrol yang efektif bagi polisi dan masyarakat. Bagaimanapun juga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama…..(redaksi)

 

Daftar Isi

  • Serambi: ”Pahit Manisnya Sebuah Perjalanan”
  • Laporan Utama: ”Saatnya Masyarakat Mengambil Peran”
  • Refleksi Perjalanan Pokja COP
  • Laporan Seminar Pokja
  • Investigasi : “PKL Untuk Pos Ronda”
  • Resensi Film: “In The Time Of The Butterflies”
  • Catatan Pinggir: “Kepada Yang Terhormat Anggota Pokja ”
English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.