BULLETIN
COP Menembus Kebekuan Polisi
 

Kata Pengantar

Ada apa dengan COP? COP atau Community Oriented Policing adalah sebuah program pemolisian masyarakat. Dalam program ini masyarakat dan polisi bukan lagi merupakan dua individu yang berbeda, tetapi keduanya merupakan mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Problem yang selama ini terjadi adalah pandangan masyarakat bahwa urusan keamanan adalah tanggung jawab polisi saja. Sehigga yang terjadi masyarakat tidak perduli pada lingkingannya sendiri, di tambah banyaknya persoalan internal di tubuh kepolisian sendiri. Dengan program pemolisian masyarakat ini diharapkan masyarakat dan polisi bergandengan tangan menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan keamanan.

Dalam aktivitasnya, melalui pertemuan masyarakat dengan polisi, pendidikan publik, program COP tidak hanya berhasil menembus kebuntuan polisi tetapi juga menumbuhkan kreatifitas masyarakat. Mulai dari ronda ibu-ibu pada siang hari, patroli bersama polisi dan masyarakat, tumbuhnya stakeholder yang membentuk forum diskusi dengan polisi, dan lain-lain.

Yang terpenting dari adanya program ini, diharapkan polisi mulai menyadari dan merubah pendekatannya selama ini dari pendekatan yang represif menjadi pendekatan yang lebih preventif dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Dengan keadaan seperti ini kinerja polisi akan lebih professional, semoga! (redaksi).

 

Daftar Isi

  • Surat Pembaca: ”Berharap Untuk Berubah”
  • Serambi: ”Pemolisian Berorientasi Masyarakat”
  • COP: ”Sebuah Solusi Atas Kebekuan”
  • Tajuk: ”Hanya Ada Satu Jalan: Progresif”
  • COP: ”Sebuah Harapan Untuk Polisi”
  • Investigasi: ”Peduli Atas Keamanan Bersama”
  • Pokja: ”Membangun Profesionalitas Polisi”
  • COP: ”COP Dalam Angka”
  • Fokus: Profesionalisme Polisi Harus Dibangun Bersama Masyarakat
  • COP: ”Wacana Dalam Goresan”
  • COP: ”Resolusi Konflik Pemilu, Belajar Dengan Komik”
  • Catatan Pinggir: ”Polisi & Politisi”
English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
02 Oktober 2017

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Para pendiri republik ini sempat melakukan kesalahan fatal ketika menolak hak asasi manusia karena menganggapnya sebagai produk Barat yang membawa angin individualisme. Perdebatan dalam sidang BPUPK sempat memanas, yang pada akhirnya mengharuskan konstitusi awal kita begitu minim pengaturannya terkait hak asasi manusia. Padahal keberadaan  konstitusi sejatinya adalah dalam upaya melindungi HAM.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.