BUKU
Eksistensi Milisi Sipil & Memudarnya Tanggungjawab Aktor Keamanan Negara
 

Kata Pengantar

Komik ini menceritakan tentang kekuatan yang sangat ditakuti saat ini, sebutan kampusrya adalah miIisi sipil, yaitu satu organisasi atau kumpulan massa yang rnemiliki karakter militer dan rnenggunakan simbol-sirnbol militer dalam, setiap aksi-aksinya.Terdapat varin milisi sipil di Indonesia. ada yang berbasis ormas agama. etnis, partai politik kelompok sosiaI dan bahkan terdapat milisi sipiI yang saat ini terbentuk deiigan motif kepenungan ekonomi. Jasa pengamanan salah satu bukti kongkritnya.

Di tengah meluasnya jjasa pengamanan saat ini, milisi sipil kerap tampil di permukaan publik, ada aksi-aksi yang sifatnya positif tapi tidak sedikit pula aksi-aksi yang sifatnya negatif. Milisi sipil saat ini Iebih di kenal sebagal sekelompok yang cenderung negatif, karena kerap bertindak menggunakan cara-cara kekerasan, kasar, dan mengarah perilaku kriminaI. Di antara aksi milisi sipil itu misal pembakaran rumah ibadah, membakar orang karena dianggap sesat,  penyekapan orang karena tidak mampu bayar hutang. menyegel pengadiLan, dan seterusnya. Aksi-aksi milisi sipil kerap bertawanan dengan aturan hukum, menganeam hak rasa aman dan kebebasan berpendapat masyarakat.

Di tengah suasana aksi-aksi milisi sipil yang cenderung brutal itu, salah satu institusi yang dipertanyakan perannya adalah polisi. Alasanriya sederhana, polisi adaLah institusi sentral untuk melindung dan mengayomi masyarakat. polisi juga adalah aparat penegak hukum. Gugatan terhadap polisi ialah terkait banyak fakta, dimana polisi seringkali rnelakukan pembiaran atas aksi kriminalitas milisi sipil, dan ketika kasus masuk ke meja hukum. aktor milisi sipil yang bertindak kriminal tidak di proses. polisi seakan-akan hadup dalam ketakutan kepada milisi sipli. Supremasl hukum dipertanyakan. Komik ini sedikit banyak menggambarkan situasi yang menggetirkan itu.

 

Download Komik

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
02 Oktober 2017

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Para pendiri republik ini sempat melakukan kesalahan fatal ketika menolak hak asasi manusia karena menganggapnya sebagai produk Barat yang membawa angin individualisme. Perdebatan dalam sidang BPUPK sempat memanas, yang pada akhirnya mengharuskan konstitusi awal kita begitu minim pengaturannya terkait hak asasi manusia. Padahal keberadaan  konstitusi sejatinya adalah dalam upaya melindungi HAM.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.