BUKU
Suara Hukum HAM. Refleksi Perwira Siswa AKPOL Terhadap Isu-Isu HAM
 

Kata Pengantar

Pada sejarah perkembangan pendidikan kepolisian, fase saat ini adalah fase penting mengingat lembaga pendidikan kepolisian khususnya Akademi Kepolisian Semarang telah masuk ke dalam rezim sistem pendidikan nasional. Saat ini status AKPOL sebagai S.1. terapan atau D.4. vokasi telah mantab disandang. Ditambah dengan status akreditasi A yang telah disematkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) kepada AKPOL. Dua hal tersebut bukanlah status yang tanpa konsekuensi dan makna. AKPOL menjadi lembaga pendidikan setara perguruan tinggi (universitas) memiliki konsekuensi bahwa dari dalam kampus ini harus ditemukan dan dikembangkan ilmu pengetahuan yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Intelektualitas harus diasah. Penelitian harus digalakkan. Tradisi ilmiah akademik harus dipertanggungjawabkan.

Buku ini hadir untuk menjadi salah satu penanda sejarah perkembangan AKPOL. Buku ini berisi gagasan dan refleksi para peserta didik AKPOL atas isu-isu actual. Pendekatan hak asasi manusia dijadikan kacamata untuk menjelaskan isu-isu tersebut. Buku ini sangat menarik karena ditulis oleh para polisi yang baru saja dilantik dan sedang menyelesaikan pendidikan setara S.1. Perspektifnya yang lumayan beragam memberi bukti bahwa kebinekaan gagasan dan ide ternyata tumbuh dalam tradisi pendidikan kepolisian.

 

Download Buku

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.