BUKU
Perlindungan Polisi Terhadap Kaum Minoritas dan Pelayanan Publik di Wilayah Polda DIY
 

Kata Pengantar

Sejak 4 Maret hingga 31 Mei 2013 lalu, PUSHAM UII mengadakan riset. Tema besar yang dituju adalah ‘Perlindungan Polisi terhadap Kaum Minoritas dan Pelayanan Publik di Wilayah Polda DIY'. Sebagaimana dikenal dalam dunia riset, maka tema yang ada diturunkan menjadi isu yang lebih sederhana; yang disebut dengan topik. Ada tiga topik utama yang menjadi sasaran riset. Masing-masing soal pungutan liar, pelecehan seksual, yang notabene berangkat dari gejala atau fenomena. Sementara satu riset berangkat dari sebuah kasus yang hingga detik ini belum juga usai, yaitu; penyerangan terhadap diskusi di LKiS yang menghadirkan Irshad Manji.

Penelitian pertama akan beranjak dari fenomena tentang ‘pungutan liar'. Ini ada hubungannya dengan pengurusan tanda bukti laporan kehilangan. Peneliti PUSHAM UII menemukan dua paradigma yang saling bertemu dan saling menguntungkan. Bermacam motif digunakan pelapor untuk memberikan uang kepada Polisi. Ada yang merasa ‘tidak enak' karena sudah dibantu, ada yang memang tidak mengerti peraturannya, juga ada yang merasa kasihan kepada Polisi yang sudah membantu. Di sisi lain, Polisi masih mencoba untuk mencari imbalan, dan biasanya dengan bahasa yang tidak ‘langsung', tetapi menggunakan bahasa ‘isyarat' tertentu.

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.