BUKU
Modul Penanganan Konflik Bernuansa Keagamaan
 

Kata Pengantar

Konflik bernuansa keagamaan yang kerap terjadi di Indonesia memang cenderung menggelisahkan. Tidak saja menjadi santapan pemburu berita semata, namun lebih dari itu. Muncul korban kekerasan, yang tak jarang malah menimbulkan kehilangan nyawa. Kondisi ini memicu persoalan yang lebih besar karena kemudian pelanggaran HAM terjadi. Entitas yang bertanggungjawab, dalam hal ini negara, sebenarnya menjadi penentu situasi ini.

Sebagai salah satu aparat pemerintah, Polisi boleh dikatakan menjadi aktor yang paling penting. Posisinya begitu strategis dalam ruang lingkup konflik bernuansa kegamaan ini. Pengamanan secara konvensional tidak lagi bisa dijadikan acuan dalam bertindak. Perlu pengetahuan khusus soal konflik bernuansa keagamaan, yang tak jarang melibatkan kepentingan lain.

Mereka yang dipersepsikan sebagai ‘korban’, yang di Indonesia biasanya dialami oleh minoritas, perlu dirangkul dan dilindungi. Polisi tidak bisa larut dalam kepentingan sesaat atau tunduk pada kepentingan mayoritas. Dalam konsep HAM, mereka yang menjadi ‘korban’ harus senantiasa mendapatkan tempat yang semestinya.

Modul ini hadir dalam rangka memberikan acuan dan fasilitasi bagi Kepolisian. Tentu saja dalam hubungannya dengan penanganan konflik bernuansa keagamaan. Modul ini juga disusun untuk menjadi jembatan antara teori dan praktek di lapangan. Berbagai jenis metodologi dipergunakan dalam modul ini. Mulai dari curah pendapat, study kasus, kesaksian para korban kekerasan, hingga praktek lapangan.

Sejatinya modul ini memang belum sempurna. Namun, setidaknya bisa memberikan pengetahuan kepada khalayak yang berkepentingan. Termasuk bagi Polisi yang memang langsung berhadapan dengan kondisi di lapangan.

 

Download Buku

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
02 Oktober 2017

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Para pendiri republik ini sempat melakukan kesalahan fatal ketika menolak hak asasi manusia karena menganggapnya sebagai produk Barat yang membawa angin individualisme. Perdebatan dalam sidang BPUPK sempat memanas, yang pada akhirnya mengharuskan konstitusi awal kita begitu minim pengaturannya terkait hak asasi manusia. Padahal keberadaan  konstitusi sejatinya adalah dalam upaya melindungi HAM.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.