BUKU
Hukum Hak Asasi Manusia
 

Kata Pengantar

Inilah satu-satunya buku yang membicarakan hak asasi manusia secara komprehensif mulai dari landasan filosofis, historis, yuridis konstitusional sampai pada tingkatan implementatif dalam mekanisme monitoring penegakan hak asasi manusia, baik pada tingkat internasional, regional maupun nasional. Selain komprehensif dari sisi substansi materi yang dimuat di dalamnya, buku ini juga sangat kaya dengan berbagai informasi tentang perkembangan hak asasi manusia. Kekayaan informasi itu muncul karena buku ini ditulis secara sistematik dan apik oleh limabelas penulis, yang terdiri dari penulis internasional dan penulis nasional, yang kesemuanya memiliki kapasitas yang mumpuni ditambah segudang pengalaman yang melatarbelakanginya. Oleh karenanya, buku ini layak dijadikan rujukan bagi para yuris dan bagi siapapun yang konsern terhadap pengembangan, penegakan dan pewacanaan hak asasi manusia di Indonesia.

 

 

Buku tebal ini pantas disambut dengan gembira. Buku ini memberikan informasi menyeluruh tentang hak asasi manusia, baik tentang pengertian dan sejarahnya, maupun tentang rumusan dan penetapannya, tentang kedudukan dalam hukum dan bagaimana dapat dijamin, baik dalam skala dunia maupun secara spesifik di Indonesia. Bagian-bagian buku ini cocok untuk dibahas bersama. Apabila kita mempunyai pertanyaan, maka dalam daftar isi yang rinci kita segera akan menemukan halaman-halaman mana yang dapat dibaca untuk mencari jawabannya. Buku ini tidak hanya harus ada dalam setiap perpustakaan hukum, melainkan juga dalam almari buku para wakil rakyat di pusat dan di daerah, dan dalam almari semua orang yang mempedulikan hak asasi manusia.

 

Prof. Franz Magnis-Suseno,
Profesor Filsafat pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta,Indonesia

 

The process of building a nation founded upon respect for human rights is inevitably a long and difficult one, but it is a quintessentially domestic task. In other words it is only the people of Indonesia, including its students and their teachers, as well as their future civic leaders, who can rise to such a task and make it happen. While human rights norms aspire to be universal they are best understood within the domestic context and only by relating them to the specific context within Indonesia will they become truly entrenched within local culture and the domestic legal system. This textbook makes an invaluable contribution towards that task.

 

Prof. Philip Alston,
John Norton Pomeroy Professor, New York University Law School
UN Special Rapporteur on Extrajudicial, Summary or Arbitrary Executions

 

Download

 

Daftar isi :

Evolusi Pemikiran Dan Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia

Prinsip-Prinsip Hak Asasi Manusia Dalam Hukum HAM Internasional

Instrumen Internasional Hak Asasi Manusia

Mekanisme HAM Internasional

Hak Asasi Manusia Di Indonesia

Instrumen Pokok Hukum Hak Asasi Manusia Nasional

Mekanisme Penegakan HAM Nasional

Pengadilan Hak Asasi Manusia Indonesia

Hukum Humaniter

Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR)

 

 

Download

 

 

 

 

Daftar Isi

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
30 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah
(Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK)  dan Mahasiswa Program Doktor
Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Harus kita akui, bahwa sampai hari ini negara kita masih sulit sekali keluar dari pusaran kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa oleh dunia Internasional, setidaknya terhadap Narkoba, Korupsi, dan Terorisme. Untuk kasus korupsi dan terorisme, kita mengapresiasi kinerja KPK dan Densus 88 yang sejauh ini telah bekerja dengan optimal. Tidak sedikit koruptor yang berhasil dijebloskan ke penjara meski kinerja KPK bukan tanpa cacat, begitu pula dengan tidak sedikit terorisme yang berhasil ditangkap yang barangkali berbanding lurus dengan jumlah terduga teroris yang ditembak mati.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.