PERPUSTAKAAN
Perpustakaan PUSHAM UII memiliki 583 buku tentang Hak Asasi Manusia
‹‹  prev | 4 | 5 | 6 |  next  ››
‹‹  prev | 4 | 5 | 6 |  next  ››
English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
11 Agustus 2015

Saat Lahir,
BISAKAH KITA MEMILIH
Apa Agama Kita

Untuk orang yang saat ini sedang duduk dan kesakitan di luar sana, jika saya ingin meringkas apa yang dapat mereka lakukan dalam hidup, saya akan meringkasnya dalam enam kata, “Manusia mewujud seperti apa yang dipikirkannya.”
(Mooris Goodman)

Oleh: Puguh Windrawan

Saya jadi ingat tulisan Jeffrey Lang pada sebuah buku yang inspiratif. Bukan karena semata-mata ia menjadi muslim. Tetapi, lebih kepada bagaimana ia berusaha mencari apa yang ia yakini. Kebetulan ia adalah seorang professor di sebuah perguruan tinggi di Amerika. Setidaknya, ketika saya membaca buku itu, Prof. Lang masih menjadi Guru Besar Matematika di Universitas Kansas, Amerika. Saya merasa, bagian paling menarik dari pengalaman Prof. Lang adalah ketika suatu saat, ia sedang berjalan dengan Jameela, putrinya yang masih kecil. Kemudian terjadilah dialog diantara mereka.

Intinya, Jameela ingin bertanya kepada ayahya. Bagaimana seandainya ia kemudian berpindah agama, dari semula muslim ke Kristen? Sebagai penganut Islam, tentu saja Prof. Lang terperanjat. Alasan Jameelah, sebagai seorang anak kecil sangat sederhana. Ia merasa berat dengan apa yang harus dijalankan untuk menjadi kewajiban seorang muslim. Bahkan ia bertanya kepada ayahnya. “Aku sekedar ingin tahu, apakah Ayah akan marah padaku. Apakah nenek dan kakek memarahi ayah ketika engkau keluar dari agama Kristen dan kemudian memeluk Islam?”

News
26 Agustus 2015
AKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengatakan, pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Amman. Yodarnia telah mengajukan tuntutan kepada pembunuh seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) berinisal S. Pelaku adalah majikan korban.
25 Agustus 2015
AKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakui tidak semua pihak mendukung upaya rekonsiliasi atas penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu.
25 Agustus 2015
AKARTA - Korban perdagangan orang (human trafficking) semakin memprihatinkan. Di Indonesia korban human trafficking mencapai 1 juta orang pertahun.
11 Agustus 2015
AKARTA - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2015 mendatang menjadi berkah bagi penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas).