BERITA
31 Mei 2017
Investigasi Pabrik Sepatu Ivanka Trump, Aktivis Ditahan dan Hilang
 

Para buruh di pabrik sepatu di Huajian, pabrik yang bisa menghasilkan sekitar 100,000 pasang sepatu bermerek bagi Ivanka Trump. (Greg Baker/AFP/Getty)

 

BEIJING, KOMPAS.com - Tiga pria dari kelompok pegiat hak-hak buruh, China Labor Watch yang berbasis di New York, AS, sedang meninjau kondisi pabrik di mana sepatu-sepatu Ivanka Trump dibuat di China.

Namun, seorang aktivis buruh melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran di sebuah pabrik di China, yang biasa merakit sepatu Ivanka Trump telah ditangkap dan ditahan polisi.

Dua aktivis lainnya hilang, demikian dilaporkan The Guardian, pada Rabu (31/5/2017).

Kasus ini meningkatkan kekhawatiran bahwa hubungan perusahaan itu dengan keluarga Presiden AS mungkin telah menyebabkan perlakuan lebih kasar.

Hua Haifeng (36) telah ditangkap polisi dengan tudingan telah melakukan penyelidikan ilegal, kata istrinya Deng Guilian.

Hua telah bergabung dengan organisasis hak-hak buruh selama lebih dari satu dekade dan sedang menginvestigasi sebuah pabrik di Provinsi Guangdong, China selatan untuk China Labor Watch.

Hua berusaha untuk pergi ke Hongkong pekan lalu, tetapi dicegat oleh aparat di perbatasan. Ia kemudian diinterogasi oleh polisi di Shenzhen, kota di China yang terledak di dekat perbatasan dengan Hongkong dan kemudian dilepas.

Ia kemudian berangkat menuju Provinsi Jiangxi dan kemudian menghilang, sebelum istrinya akhirnya diberitahu oleh polisi.

 “Saya merasa takut ketika polisi memanggil saya,  perasaan saya terguncang oleh rasa takut dan marah,” kata Deng kepada The Guardian.

Deng juga menambahkan, ia sangat merisaukan kondisi itu dan dia tidak bisa menghidupi anak-anaknya dan orangtuanya karena tidak memiliki penghasilan sendiri.

Kasus tersebut menyoroti kepekaan politik dari sebuah merek barang yang terkait dengan keluarga Donald Trump, yang sebenarnya juga selalu berkompetisi dengan Presiden Xi Jinping.

Dua aktivis lainnya, Li Zhao dan Su Heng, yang juga telah melakukan investigasi sebuah pabrik di Provinsi Jiangxi, tempat pembuatan sepatu Ivanka Trump, hingga Rabu (31/5/2017) ini masih hilang.

Li Qiang, Direktur Eksekutif China Labor Watch percaya bahwa mereka telah ditangkap oleh polisi atau masih ditahan di pabrik sepatu tersebut.

"Saya berpikir mereka ditahan karena pabrik ini membuat produk untuk Ivanka Trump, jadi sekarang situasi ini telah menjadi sangat politis dan rumit," kata Li.

"Saya menghimbau kepada Presiden Trump, Ivanka Trump sendiri, dan kepada pemegang mereknya untuk mengadvokasi dan mendesak pembebasan aktivis kami,” demikian Li.

Editor: Pascal S Bin Saju

 

Sumber :

Kompas.com – 31 Mei 2017

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
14 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah

 (Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK))

 

Kalau kita perhatikan dengan seksama, ada perbaikan kuantitas menulis dari para penulis Indonesia pasca reformasi tahun 1998. Kebebasan berekspresi dan berpendapat, bagaimanapun layak mendapatkan apresiasi. Perjuangan keras dan panjang para aktivis HAM, membuahkan hasil yang kita semua dapat memetiknya lalu menikmatinya. Tak terbayang bagaimana sastrawan sekelas Pramoedya Ananta Toer dan Buya Hamka, yang dihargai, dihormati bahkan dipuja di negeri orang, tapi diburu, dipenjara, dan diperlakukan secara tidak manusiawi di negeri sendiri. Itu semua adalah harga mahal atas apa yang dapat kita nikmati hari ini. Kita barangkali beruntung karena terlahir pada era dimana menulis apapun, dimanapun, dan kapanpun sudah tidak menjadi persoalan. Namun disadari atau tidak, kondisi itu berdampak simetris dengan kualitas tulisan yang kita buat.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.