BERITA
14 April 2016
Ada Dugaan Pelanggaran Pidana dalam Kasus Siyono
 

Tribun Jogja/ Khaerur Reza

Tim Advokasi Kemanusiaan saat memberikan keterangan dalam konferensi pers yang digelar di Pusham UII Jeruklegi, Banguntapan, Bantul, Rabu (13/4/2016). 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Misteri kematian Siyono, terduga teroris asal Klaten Jawa Tengah terus bergulir.

Tim Advokasi Kemanusiaan mengatakan kasus ini sudah bukan hanya berada pada ranah etik pelanggaran oleh personel Densus 88, namun sudah mengarah ke arah pidana.

Anggota Tim, Dr Trisno Raharjo, mengatakan ada pelanggaran pidana serius dalam penangkapan Siyono. Apalagi belakangan disebutkan status Siyono ditingkatkan dari teduga teroris menjadi tersangka teroris.

Status tersebut jelas tertera dalam surat panggilan dari Div Propam Polri kepada ayah Siyono, Mardiyo, untuk meminta ketetangan pada Selasa (12/4/2016).

"Kalau sebelumnya Polri mengatakan status Siyono adalah terduga teroris tapi entah sejak kapan dalam surat yang diterima ayahnya status Siyono sudah menjadi tersangka," ujarnya dalam kenferensi pers yang digelar di Pusham UII ,Jeruklegi Banguntapan, Bantul, Rabu (13/4/2016).

Dalam hukum acara pidana disebutkan bahwa ada 3 tempat dimana aparat dilakukan penangkapan yaitu gedung parlemen saat sedang sidang, persidangan saat sedang sidang dan tempat ibadah saat berlangsung ibadah.

Sementara Siyono diketahui ditangkap di musala di kampungnya saat masih melakukan zikir seusai menjalankan ibadah salat.

"Mereka (Densus 88) masuk saat dia zikir masuk nggak bawa surat pula. Ini sudah pelanggaran hukum acara pidana, karena dia statusnya sudah tersangka," jelas pria yang juga menjabat Dekan FH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

"Kami berharap pihak kepolisian selesaikan secara terbuka dan transparan, etiknya selesaikan lali penyelidikan dinaikkan jadi pidana," tambahnya. (*)

Penulis: khr

Editor: ton

Sumber: Tribun Jogja

 

Sumber :
Tribun Jogja Rabu, 13 April 2016

 

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
13 Juni 2017

DARURAT TERORISME

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Teroris menjadi masalah bersama semua negara di dunia termasuk Indonesia, tidak melihat apakah negara maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun, tak ada yang luput dari ancaman terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu (24/5) seolah menjadi tanda bahwa masalah terorisme masih menjadi ancaman utama di negeri ini. Pelaku teror masih berkeliaran dimana-mana, bahkan kota besar sekelas Jakarta sekalipun. Seruan presiden Jokowi terhadap para pelaku teror bahwa “kami tidak takut masti”, tentu berdampak positif terhadap psikologi masyarakat Indonesia, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan masalah terorisme.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.