BERITA
06 Agustus 2015
Komnas HAM: Tuntaskan Pelanggaran HAM Masa Lalu, Contoh Gus Dur
 

Gus Dur, dikenal dengan rasa humornya yang tinggi.

 

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Dur 1kadijadikan contoh sebagai salah satu sosok pemimpin yang patut ditiru. Gus Dur berani menuntaskan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terutama pelanggaran masa lalu.

"Gus Dur yang berani menyelesaikan kasus Timor-Timur dan kasus di Riau. Padahal TNI menentang keras secara institusi, Gus Dur yang terus berusaha menyelesaikan," ujar Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 2007-2012 Ahmad Baso dalam diskusi publik di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015).

Menurut dia, keberanian Gus Dur saat itu membuat Jaksa Agung kala itu Marzuki Darusman, berani membuka kasus tersebut.

"Waktu itu Marzuki Darusman jadi Jaksa Agungnya (periode 1999-2001), dia berani karena presidennya pro juga, tapi juga memang pernah menjadi Ketua Komnas HAM. Ini yang harus ditiru," tutur Baso.

Baso berharap, sosok Gus Dur menjadi cerminan pemimpin di daerah.

Di kesempatan yang sama, Ketua PBNU Said Aqil Siroj juga menegaskan, sosok Gus Dur memang syarat menegakkan keadilan, yang membuat HAM selalu terjaga.

Dengan sikap Gus Dur yang melindungi mayoritas dan orang-orang terzalimi, bisa menjaga masyarakat melakukan pelanggaran HAM.

"Gus Dur betul-betul mengaplikasikan ajaran Islam yang NU pun mendukungnya, seperti melindungi mayoritas, atau melindungi kaum yang dizalimkan. Intinya, tidak boleh ada permusuhan. Itu yang diinginkan beliau," tutur Said Aqil. (Mvi/Mut)

 

Sumber :
Liputan6.com   29 Jul 2015

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
30 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah
(Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK)  dan Mahasiswa Program Doktor
Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Harus kita akui, bahwa sampai hari ini negara kita masih sulit sekali keluar dari pusaran kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa oleh dunia Internasional, setidaknya terhadap Narkoba, Korupsi, dan Terorisme. Untuk kasus korupsi dan terorisme, kita mengapresiasi kinerja KPK dan Densus 88 yang sejauh ini telah bekerja dengan optimal. Tidak sedikit koruptor yang berhasil dijebloskan ke penjara meski kinerja KPK bukan tanpa cacat, begitu pula dengan tidak sedikit terorisme yang berhasil ditangkap yang barangkali berbanding lurus dengan jumlah terduga teroris yang ditembak mati.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.