KASUS
03 November 2004
Kekerasan Terhadap Aktivis Mahasiswa di Yogyakarta (Agustus 2000-Agustus 2001)
 

NO

KETERANGAN DAN SUMBER KASUS

PELAKU

KORBAN

TANGGAL/
TEMPAT KASUS

1

Penyerbuan dan pengrusakan kantor majalah mahasiswa ARENA IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (Sumber: The Southeast Asian Press Alliance – Jakarta, Januari-Oktober 2000).

Sekitar 100 orang yang menamakan dirinya Front Pembela Islam

Penganiayaan: seorang aktivis Korps Dakwah Islamiyah. Perampasan: sebuah komputer milik majalah ARENA.

Jum'at, 18 Agustus 2000 di Kampus IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

2

Pemukulan terhadap aktivis penanggung jawab buku panduan masa ta’aruf (mataf) mahasiswa baru th. 2000/2001. Pemukulan dilakukan karena ada lagu Darah Juang dan sebuah statemen Che Guevara dalam buku panduan mataf itu. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY).

Empat (4 ) orang mahasiswa dari

Fakultas Hukum UMY.

Akhmadi Yazid (penanggung jawab buku panduan masa ta'aruf).

Rabu, 6 September 2000 di Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

3

Pembakaran ratusan buku panduan masa ta’aruf (mataf) khusus mahasiswa baru Fakultas Hukum UMY th. 2000/2001. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY).

Beberapa mahasiswa lembaga Fak. Hukum UMY.

Panitia masa ta’aruf (mataf) dan mahasiswa baru FH UMY.

Kamis, 7 September 2000 di Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

4

Penyegelan kantor Badan Eksekutif Mahasiswa UMY setelah forum klarifikasi baku panduan masa ta'aruf (mataf ) yang tidak memuaskan mahasiswa Fak. Hukum UMY. Selain penyegelan, pelaku juga merusak mesin pendingin soft drink di depan kantor BEM UMY. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY).

Beberapa mahasiswa lembaga Fakultas Hukum UMY

Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa UMY.

Jum'at, 15 September 2000 di Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

5

Penyerangan terhadap massa Komite Mahasiswa untuk Demokrasi Rakyat (KMDR) dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) saat usai demonstrasi memperingati Hari Tani Indonesia ke-40 di DPRD DIY. KMDR terdiri dari mahasiswa Universitas Widya Mataram dan UMY, sedang FPPI terdiri dari mahasiswa UGM, UMY, UCY, STPMD-APMD, UPN, STIE YKP, UAJY, IAIN Suka, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Janabadra, serta Paguyuban Pembela Hak Rakyat Tegal Buret. (Sumber: Harian Bernas dan Radar Yogya, Selasa, 26 September 2000).

Sekelompok massa yang diduga dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK).

Beny (mahasiswa UJB) luka di kepala dan wajah, Bayu (mahasiswa IAIN Suka) luka di kepala.

Senin, 25 September 2000, di Jl. Gandekan Lor, Yogyakarta.

6

Penyerbuan dan penyerangan terhadap massa Komite Mahasiswa Anti-Kekerasan (KMAK) yang beranggota mahasiswa UMY, UWM, UII, AKAKOM, dan UGM. Aksi KMAK dilakukan dalam rangka HUT ke-55 TNI. (Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat dan Bernas, Jum'at, 6 Oktober 2000).

Sekelompok massa dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), berkostum hitam-hitam dengan 5 sepeda motor dan 1 jip kap terbuka.

Sucipto (mahasiswa UMY) luka di kepala dan dijahit di empat bagian. Wahyu (mahasiswa UMY) luka sobek pada kulit lengan kiri.

Kamis, 5 Oktober 2000, di halaman RRI Nusantara Yogyakarta, Jl. Ahmad Jazuli, Kotabaru, Yogyakarta.

7

Pembubaran paksa massa Aliansi Mahasiswa Kontra Politisasi Kampus (AMKPK). AMKPK terdiri dari mahasiswa KM UGM, AMPRI, Dema UNY, Dema UPN, KAMMI, HMI MPO, dan DEPERA. Aksi massa dilakukan untuk menolak Presiden Gus Dur masuk kampus UGM. (Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu, 17 Februari 2001).

Aparat Kepolisian Daerah DIY.

Pencidukan terhadap 9 orang mahasiswa diangkut petugas ke Mapolres Sleman. Pemukulan terhadap Dewi (wartawan Suara Pembaruan) dan Tatan Rsutandi (wartawan GATRA).

Jum'at, 16 Februari 2001, di Kampus UGM Jl. Kaliurang.

8

Penangkapan dan pembubaran aksi mahasiswa HMI-MPO Yogyakarta yang tergabung dalam Tim Tausiyah Nasional Revolusi (Titanare). Aksi dilakukan bersamaan dengan kedatangan Wapres Megawati Soekarnoputri ke Gedung Agung Yogyakarta. Alasan Kapoltabes, mahasiswa melanggar UU No. 9/1999 ttg. Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

(Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, Minggu, 18 Februari 2001).

Aparat Poltabes Yogyakarta.

Dua belas (12) orang mahasiswa HMI-MPO ditangkap dan "dibina", tetapi tidak ditahan.

Sabtu, 17 Februari 2001 di

Jl. Pangeran Mangkubumi, Yogyakarta.

9

Penyerangan (pemukulan) terhadap aktivis pembicara diskusi panel "Dari Mana dan Mau Ke Mana Indonesia" yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa UMY. Pada malam setelah hari pemukulan, kelompok pemukul (sekitar 50 orang lebih) melakukan sweeping di Kampus Terpadu UMY. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY dan Harian Kedaulatan Rakyat, Rabu, 21 Februari 2001).

Sekelompok orang (sekitar 40 orang) berkaos hitam bertulis: "Ekstrem Kanan" dan bersepeda motor.

Gunawan (aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia), Supriyadi (Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia DIY), Andi Ilham (mahasiswa FISIPOL UMY).

Selasa, 20 Februari 2001 di

Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

10

Pembakaran kantor Senat Mahasiswa/Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UMY dengan bom molotov. Menurut Kapolsek Kasihan, Bantul, Iptu M. Iqbal SP., pembakaran itu bukan dengan molotov yang dilempar, tetapi setelah kaca kantor dipecah.

(Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY dan Harian Kedaulatan Rakyat, Kamis-Jum'at, 22-23 Februari 2001).

Dua (2) orang tak dikenal berkendara-an sepeda motor.

Pengurus Senat Mahasiswa UMY, Fakultas Hukum UMY, dan ketiga aktivis korban pemukulan pada Selasa, 20 Februari 2001.

Rabu, 21 Februari 2001 di

Kampus Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

 

 

 

 

11

Penyerangan terhadap para aktivis mahasiswa ABA "Yo" usai demonstrasi menolak SK Direktur ABA "Yo" tentang kenaikan uang kuliah. Pihak penyerang berdalih mencari aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD). (Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, Jum'at, 23 Februari 2001).

Sekitar 20 orang tak dikenal.

Dimarto Manik alias Ucok (mahasiswa ABA "Yo") luka pada kepala dan tangan kiri, Nurul Huda (alumnus ABA "Yo") dan Beni (warga setempat) mengalami luka-luka serius.

Kamis, 22 Februari 2001 di Kampus ABA "Yo", Janturan, Umbulhardjo, Yogyakarta.

12

Pemukulan terhadap seorang aktivis UMY yang sedang menggelar bazaar buku. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY).

Fjr (mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintah-an FISIPOL UMY/Th.

1999).

Firdaus (mahasiswa FISIPOL UMY).

Mei 2001 di Kampus

Terpadu UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

13

Pemukulan/pengeroyokan terhadap Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa UMY saat Sidang Umum Keluarga Mahasiswa FISIPOL UMY. (Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa UMY dan Harian Bernas, Selasa, 7 Agustus 2001).

Empat (4) orang tak dikenal (salah satunya disinyalir mahasiswa UMY).

Akhmadi Yazid (Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa UMY).

Minggu,

5 Agustus 2001 di Kampus UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.


Keterangan: Data diolah dari beberapa sumber oleh Sie Pemantauan Pusat Studi HAM Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII). Masih ada beberapa kasus penyerangan terhadap aktivis yang belum ter-cover dalam tabel ini seperti penyerangan terhadap SEKAM UMY, LBK Taring Padi, aksi petani di UGM, aksi FPPI di Tugu Yogya, dan sejumlah teror lainnya di UGM.

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
04 Juli 2017

Oleh: Despan Heryansyah, SHI., MH.

(Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA dan Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII)

Model pemidanaan yang terfokus pada pemberatan hukuman terhadap pelaku dengan tujuan agar menimbulkan efek jera adalah model lama yang sudah mulai ditinggalkan oleh kebanyakan negara-negara modern. Kini, telah terjadi merit sistem terhadap teori pemidaan melalui infiltrasi keilmuan lain semisal antropologi, sosiologi, psikologi, dan khususnya Hak Asasi Manusia (HAM). Yang terakhir merupakan diskursus yang paling banyak dibicarakan, yaitu perkawinan antara pemidanaan dengan hak asasi manusia. Wacana ini, layak untuk diangkat di Indonesia saat ini karena momentum perubahan UU Terorisme tengah gencar dibicarakan.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.