KEGIATAN
30 Agustus 2017
Workshop Evaluasi Kerjasama Pusham UII dan Akademi Kepolisian (Akpol) Merajut Kemitraan Untuk Mewujudkan Dunia Pendidikan Kepolisian yang Melindungi Hak Asasi Manusia
 

Kerjasama Pusham UII dan Akademi Kepolisian (Akpol) telah berlangsung relatif lama. Program-program yang harapannya membangun kesadaran akan arti penting kemanusiaan, urgensi kemitraan polisi dan masyakat dan bagaimana lulusan kepolisian mesti merespon tantangan-tantangan kekinian, telah dilangsungkan dengan cukup baik. Sedikit banyak program kemitraan Pusham UII dan Akpol telah memberi kontribusi bangunan kesadaran hak asasi manusia dan sistem pendidikan yang mengarahkan pada cara berfikir kepolisian sipil.

Selama tahun 2017, program kemitraan Pusham UII dan Akpol masih terus terjalin, baik dalam bentuk penguatan kapasitas hak asasi manusia, perumusan sistem pendidikan dan pengasuhan, pendampingan penulisan, publikasi karya ilmiah dan beberapa bentuk program lain yang secara umum telah melibatkan stakeholder kunci di lembaga Akpol, yakni tenaga pendidik, pengasuh, pelatih dan para taruna. Dari program yang telah dilaksanakan, secara umum aktivitas telah berjalan dengan baik. Komunikasi dan koordinasi antar pihak baik Pusham UII dan Akpol berlangsung dengan lancar. Namun demikian, dari segi aktivitas program, pasti terdapat catatan yang menarik untuk didiskusikan, khususnya terkait dengan sejauhmana program telah berkontribusi pada penguatan kapasitas, munculnya kesadaran baru tentang polisi sipil dan penghargaan pada hak manusia, dan adanya sistem pendidikan kepolisian yang harapannya menjawab tantangan-tantangan kepolisian di masa depan.

Berangkat dari pemikiran di atas, Pusham UII dan Akpol bersepakat untuk melakukan evaluasi program, refleksi dan merumuskan rencana-rencana tindak lanjut yang harapannya semakin memberi kontribusi pengetahuan tentang hak asasi manusia, menumbuhkan kesadaran kemanusiaan dan mendorong sistem pendidikan kepolisian sipil lewat program yang lebih terencana dan berkualitas.

 

Maksud dan Tujuan

  1. Diskusi dan curah pendapat tentang urgensi pendidikan yang menghargai kemanusiaan, kebhinekaan dan konteksnya dengan tanggungjawab kepolisian
  2. Evaluasi dan refleksi kritis program kemitraan selama 2017 yang telah dilakukan Pusham UII dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang
  3. Merumuskan rekomendasi dan rencana tindak lanjut program kemitraan yang lebih kontributif untuk mewujudkan dunia pendidikan kepolisian yang lebih menghargai hak asasi manusia dan kebhinekaan
  4. Menjaga silaturahmi dan ikatan kerjasama programatik yang telah terjalin cukup lama antara Pusham UII dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang

 

Waktu dan Tempat

Kegiatan ini akan diselanggarakan pada hari Selasa-Rabu, 29-30 Agustus 2017, bertempat di Hotel Santika Premiere Yogyakarta, Jl. Jendral Sudirman No. 19 Yogyakarta.

 

Peserta Workshop

Peserta workshop ini berjumlah 35 orang, yakni 25 perwakilan pejabat Akpol (tenaga pendidik, pengasuh dan pelatih) dan 10 orang mewakili tim program Pusham UII.

 

Metode Workshop

Workshop evaluasi program ini akan diselenggarakan dengan pendekatan curah pendapat yang didasarkan pada tema besar program kemitraan Pusham UII dan Akpol, materi dan bentuk-bentuk program, pemangku kepentingan program, dan dimensi lain yang berkaitan dengan kepentingan kemitraan program

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
02 Oktober 2017

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Para pendiri republik ini sempat melakukan kesalahan fatal ketika menolak hak asasi manusia karena menganggapnya sebagai produk Barat yang membawa angin individualisme. Perdebatan dalam sidang BPUPK sempat memanas, yang pada akhirnya mengharuskan konstitusi awal kita begitu minim pengaturannya terkait hak asasi manusia. Padahal keberadaan  konstitusi sejatinya adalah dalam upaya melindungi HAM.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.