KEGIATAN
27 Maret 2016
TOT “PENGEMBANGAN PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI”
 

Kegiatan TOT yang dilakukan selama  4 hari ini dimulai dengan pembukaan oleh KBP Mamboyng ( Kabag Kermadiklat Robindiklat Lemdiklat Polri) dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pusham UII dan The Asia Foundation. KBP Mamboyng  menegaskan bahwa hak asasi manusia wajib dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh aparat kepolisian sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi terutama perkap kapolri no 8 tahun 2009. Kemudian peserta dibagi  menjadi 7 kelompok yang akan membahas  dan bermusyawarah untuk merumuskan metode pembelajaran modul dalam kelas.

Adapun  ke tujuh materi tersebut adalah :

  1. Hak Asasi Manusia
  2. Pengurangan (derogation) dan pembatasan (limitation)
  3. Prinsip-prinsip penegakan hukum  yang menghormati hak asasi manusia
  4. Ketentuan berperilaku bagi penegak hukum (code of conduct for law enforcement officials)
  5. Hak Asasi Manusia dan kelompok rentan
  6. Mekanisme pengawasan nasional Hak Asasi Manusia
  7. Hak Asasi Manusia dan kebebasan beragama

Proses selanjutnya  peserta akan berkelompok sampai hari terakhir untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian.  Setiap kelompok membuat SAP pembelajaran dan metodologi pembelajaran yang bervariasi dengan berbagai selingan game yang sangat menarik sehingga forum ini sama sekali tidak menjenuhkan.

Ada materi yang sangat khusus yaitu materi ke VII: Hak Asasi Manusia Dan Kebebasan  Beragama.   Untuk materi ini Lemdikpol (Bagian kurikulum ) akan mencoba memasukkan dalam kurikulum pendidikan Polri dan menambah jam pelajarannya.

Tujuan ToT :

  • Memperkenalkan Modul “PENGEMBANGAN PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI”.
  • Memberikan kesempatan latihan penggunaan Modul “PENGEMBANGAN PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI” di kalangan Gadik.
  • Mendapatkan masukan ragam fasilitasi kreatif dan menarik dalam pembelajaran / penggunaan modul.

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 21 s/d Kamis 24 Maret 2016 bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel . Kegiatan ini diikuti 34 orang terdiri 28 orang Gadik Sekolah Polisi Negara, 4 Pusat Pendidikan  Polri, 1 Sekolah Polisi Wanita  dan 1 Sekolah Pembentukan Perwira (setukpa)  

English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
30 Agustus 2017

Oleh: Despan Heryansyah
(Peneliti pada Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK)  dan Mahasiswa Program Doktor
Fakultas Hukum UII YOGYAKARTA)

 

Harus kita akui, bahwa sampai hari ini negara kita masih sulit sekali keluar dari pusaran kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa oleh dunia Internasional, setidaknya terhadap Narkoba, Korupsi, dan Terorisme. Untuk kasus korupsi dan terorisme, kita mengapresiasi kinerja KPK dan Densus 88 yang sejauh ini telah bekerja dengan optimal. Tidak sedikit koruptor yang berhasil dijebloskan ke penjara meski kinerja KPK bukan tanpa cacat, begitu pula dengan tidak sedikit terorisme yang berhasil ditangkap yang barangkali berbanding lurus dengan jumlah terduga teroris yang ditembak mati.

News
17 Juni 2017
JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.
15 Juni 2017
Dalam acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Mengikat Kebhinekaan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Yogyakarta pada 14 Juni 2017, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Nasi
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendatangi Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
09 Juni 2017
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) bersama Bhayangkara Polri menggelar kampanye dan deklarasi perlindungan perempuan dan anak.